Pameran kain dengan thema “Wastra Adalah Penunjang Ekspresi Kreativitas Seni Kriya Wastra” diadakan selama lima hari, mulai tanggal 15 sampai dengan 19 April 2009. Bertempat di Hall A - B, gedung Balai Sidang Jakarta, dengan kurang lebih 150 karya tenun yang diperlihatkan dalam pameran itu.
Kebanyakan koleksi kain tenun yang dipamerkan sudah berusia 100 tahun keatas, bahkan ada yang sudah berusia lebih dari 200 tahun. Salah satunya adalah sabuk yang terbuat dari rambut manusia yang dipintal dengan detail rumit, dihiasi dengan timang dan epek yang terbuat dari tembaga berlapis emas murni.
Koleksi yang dipamerkan ini bukanlah koleksi sembarangan, tetapi milik para bangsawan yang bernilai tinggi, yang akhirnya harus diasuransikan.
Beberapa koleksi yang memang merupakan barang antik dan bernilai tinggi, misalnya sabuk buatan Surakarta, Jawa Tengah yang pernah dipamerkan di Museum New York pada tahun 1990. Kemudian masih banyak lagi karya-karya tenun seperti jaket yang dipakai suku Kauer dari Sumatera Selatan, tenun sutera berusia lebih dari 100 tahun dengan motif limaran atau bentuk wajik dengan nama Dringin yang merupakan hasil kerajinan Gresik, Jawa Timur.
Selain itu juga diperlihatkan Gunung Guntur, yaitu nama kain songket buatan perajin asal Gresik, Jawa Timur dengan ukuran panjang 4,50 cm dan lebar 35 cm. Kain yang dibuat khusus untuk Gusti Kanjeng Ratu Pakoe Boewono itu ditenun tanpa ada sambungan.
Adi Wastra Nusantara mengangkat tema Menelusuri Tradisi, Merajut Tali Persaudaraan Serumpun, Membangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Produk Budaya. Menelusuri tradisi dengan cara menampilkan pengembangan kreasi dan inovasi baru kain adat atau tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Wahana Interaksi
Dengan sasaran peserta para perajin batik, sulam, sasirangan, dan perancang produk-produk busana, pameran ini juga dapat menjadi wahana interaksi dan temu bisnis antara perajin kain tradisional dari Indonesia maupun mancanegara dengan para konsumen.
Sasaran pengunjung pameran ini adalah para pengamat, pecinta dan peneliti para kain tradisional, dan para kolektor baik yang dari dalam negri maupun luar negeri.
Rumah Pesona Kain sebagai salah satu perkumpulan kolektor dan pecinta kain Indonesia juga mengambil bagian dalam pameran ini. Bahkan mereka menempati stand paling besar dibandingkan peserta lainnya. Pada pameran ini, hal yang ditampilkan Rumah Pesona Kain adalah hasil kerajinan dari program pembinaan perajin kain tradisional Indonesia. Dari beberapa motif kain yang ditampilkan, yang cukup mendapat perhatian adalah kain batik Sidoarjo bermotif Gadongan dan kain batik Banten bermotif Simbut.
Rangkaian acara pameran juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada mereka yang berjasa dalam konservasi dan pengembangan kain tradisional.
Melalui pameran Adi Wastra Nusantara inilah mahakarya-mahakarya seni Indonesia diperlihatkan kepada anak-anak muda dan para wisatawan mancanegara, agar dapat menyadarkan mereka bahwa memang karya seni Indonesia patut dibanggakan karena karakternya yang begitu khas.


Rumah Pesona Kain
Sejarah Kain
Galeri
Artikel
Desain & Pola
Belum ada tangapan masuk
Berikan Tanggapan